MENCARI HULUBALANG MELAYU TERAKHIR

KU TEMUI HANYA BAIT-BAIT PANTUN YANG SEMAKIN KELU

Mana pergi mereka-mereka itu?
Mana menghilang para hulubalang Melayu?

Kisah yang terdengar terlalu hebat!
Berjuang mereka tanpa erti mengenal penat...

Bagai di kata;

KALAU ROBOH KOTA MELAKA
PAPAN DI JAWA HAMBA DIRIKAN
KALAU SUNGGUH BAGAI DIKATA
NYAWA DAN BADAN HAMBA SERAHKAN

Mereka berjuang bermati-matian;

BERPUTIH TULANG HARAM BERPUTIH MATA

Hanya mereka ini lah....

DICAMPAK KE DARAT MENJADI GUNUNG
DICAMPAK KE LAUT MENJADI PULAU

Namun apa pun bicara kita....
Merekalah...merekalah.... sahaja......
Sehinggakan kita masih dapat bertapak dan berpijak di bumi ini
Yang telah di kurniakan tuhan YA RABBI
Tuhan tujuh petala langit, Tuhan tujuh petala bumi
kepada bangsa kita, anak-anak Melayu, Bani JAWI.

Ini sajalah sebidang tanah yang tinggal.....
Yang harus kita pertahankan kekal!!!

Tanah ini yang kita pijak milik kita
Jangan sesekali kita lupa
Ini tanah bergelar Tanah Melayu
Hak miliknya ALLah yang tentu

Tapi... Mana mereka-mereka sekarang ini?
Sedang kala anak Melayu lemah dan mangli

Takut nanti bumi yang semakin tergadai
tak terbus oleh anak-cucu yang lalai

Maka terjual semenanjung tanah ini
merempat kita di bumi kita sendiri

dan sekiranya kita di halau pergi!!
Kemana hala kita...?
Tanah Besar Cina?
Negeri India? Korea? Jepun? atau
Tanah Arab?

Jangan kita mengharap.....

memohon akan simpati?
atas kelemahan untuk sedarkan diri!!!

Mana?

Mana pergi mereka-mereka itu?
Mana menghilang para hulubalang Melayu?

yang ku temui hanyalah bait-bait pantun yang semakin kelu......


Pantun tersusun dalam BUDAYA MELAYU

Pantun Gagah Berani

(Pantun gagah berani mengacu kepada laki-laki yang taat kepada hukum, kesatria, tidak malu mengakui jika dirinya berbuat kesalahan dan tidak mundur ketika bertemu musuh. Dari berbagai keberanian inilah kemudian laki-laki menjadi disegani dan patut menjadi pelindung terhadap keluarga dan kelompok dalam wilayah yang ditempatinya).

Jantan tempat orang berteduh
Jantan berani menentang musuh
Kepada hukum ianya patuh
Didalam gelap, menjadi suluh

Iman teguh sikap pun patut
Ilmunya banyak rajin menuntut
Menghadapi lawan berpantang surut
Menempuh bahaya tak pernah takut

Membesarkan anak berpenat lelah
Mau berkering tahan berbasah
Hati berani sikap pun gagah
Kasihnya panjang, sayang tak sudah

Gagah berani menentang musuh
Rendah hati pantang mengeluh
Hidup rukun pantang bergaduh
Bekerja tidak mengira peluh

Hidup menjunjung tuah dan marwah
Baik di tepi, mulia ditengah
Gagah berani jadi pusaka
Dikenang orang sepanjang masa

Taat setia memegang adat
Iman teguh, beramal kuat
Nama terpuji, beramal kuat
Sampai mati orang mengingat

Bekerja rajin berat dan ringan
Berani tidak memilih lawan
Berkata keras, tegas tindakan
Dihormati kawan, disegani lawan

Rupa gagah hati berani
Hati pukal percaya diri
Kokoh berdiri di kaki sendiri
Menghadapi musuh berpantang lari

Kuat menolong ikhlas memberi
Amalan banyak bertanam budi
Gagah menjadi payung negeri
Namanya harum serta abadi

Membela yag benar berpantang lesi
Hidup ternama, mati terpuji
Dikenang orang sampailah mati
Tuahnya nampak payung negeri

Budi baik, perangai pun elok
Fikiran panjang, akal tak suntuk
Melawan musuh pantanglah tunduk
Tegap berdiri, sempurna duduk

Lahir dan batin ianya handal
Gagah berani tahan dipenggal
Berani berkorban, taat beramal
Hidup dan mati namanya kekal

Semangat rendah hati pengecut
Bersua lawan nyawa kebuntut
Kerja menyalah, laku tak patut
Hasutan iblis yang ia ikut

pantun ini dipetik dari melayuonline.com

oleh-say

2 comments:

Anonymous said...

kau bajai lah mereka yang harus bergelar hulubalang

Mahadaya said...

Manusia telah membuat keputusan ttg kebenaran. Jadi,apabila hamba bawakan kebenaran mengikut apa yg diturunkan tuhan kpd manusia, banyak yg menyangkalnya. Tuhan tidak akan mengubah nasib bangsa hamba selagi mereka tidak mahu berubah. Mereka telah membelakangkan agama nenek moyang mereka sendiri dan lebih mempercayai musuh. http://alya-diyanah.blogspot.com